Merupakan logam yang paling penting
dalam kehidupan. Penggunaan besi dalam kehidupan merupakan yang terbanyak di
banding logam lainnya. Besi merupakan logam yang paling mudah terkorosi. Oleh
karena itu,sangat jarang besi digunakan dalam keadaan murninya,tetapi dalam
bentuk campuran.
Besi di alam terdapat dalam bijih
besi. Bijih besi ini kemudian diolah secara metalurgi dalam tanur
tinggi,bahan-bahan yang dimasukkan dalam tanur adalah :
a.bijih
besi yang masih mengandung pengotor SiO2 P4O10 Al2O3;
b.karbon
sebagai pereduksi;
c.batu
kapur, CaCO3 untuk mengikat pengotor.
Besi cair yang diperoleh dari tanur
dinamakan pig iron ( besi kasar), mengandung 95% Fe, 4% C, dan sedikit Si. Besi
kasar kemudian didinginkan sebagai besi tuang ( cast iron ). pengotor yang ada
di ikat dengan batu kapur melalui reaksi:
CaCO3CaO + CO2
CaO + SiO2CaSiO3
CaO + P4O10Ca3(PO4)2
CaO + Al2O3Ca(AlO2)2
Besi yang sudah dibersihkan dapat
dijadikan berbagai jenis baja, akan tetapi kadar karbonnya harus diturunkan
terlebih dahulu. Besi yang mengandung karbon yang kadarnya rendah disebut besi
tempo ( wrought iron ).
Baja adalah campuran logam bahan
yang bahan dasarnya besi. Beberapa jenis baja yang dapat dihasilkan dari besi
adalah:
Jenis baja
Unsur yang ditambahkan
Sifat baja
Baja mangan
11-14% Mn
Sangat keras
Baja kron
12-18% Cr
Tahan karat dan panas
Baja nikel
25% Ni
Kuat dan tahan karat
Stainles steel
18% Cr, 8% Ni
Tahan karat
Tembaga
Tembaga merupakan logam yang
berwarna kuning kemerahan. Dibanding besi, tembaga relatif lebih tahan terhadap
korosi. Tembaga juga memiliki daya hantar listrik dan panas yang baik dibanding
besi sehingga tembaga banyak digunakan untuk peralatan listrik. Seperti halnya
besi, tembaga juga banyak digunakan sebagai logam campurannya, yaitu kuningan
(campuran Cu dengan Zn) dan perunggu (campuran Cu dengan Sn).
Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada penyusun sehingga penyusun
dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang berhubungan
dengan Keimanan dan Ketaqwaan.
Penyusun
juga mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing matakuliah Pendidikan
Agama Islam yaitu bapak Moh.Khozin, S.Ag, M.Si yang telah membimbing penyusun
sehingga mengerti tentang bagaimana cara menyusun makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat berguna
bagi penyusun khususnya dan para pembaca pada umumnya. Namun walaupun makalah
ini selesai tentulah masih banyak kekurangan hal ini disebabkan oleh
keterbatasan pengetahuan yang penyusun miliki, oleh karena itu kritik dan saran
yang mengarah kepada perbaikan isi makalah ini sangat penyusun harapkan.
Jombang,
18 Oktober 2011
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar
belakang
Dewasa
ini banyak sekali orang yang merasa diri-nya beriman dan bertaqwa, mereka juga
hafal benar arti dari kata iman dan taqwa. Namun, sesungguhnya mereka belum
mengerti apa makna dari iman dan taqwa itu, serta tingkah laku dan perbuatan
mereka tidak mencerminkan diri-nya beriman dan bertaqwa.
Disini penulis akan membahas materi tentang
keimanan dan ketaqwaan, selain sebagai tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam
adalah untuk meluruskan dan memperbaiki keimanan dan ketaqwaan yang belum
sempurna.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1Pengertian Iman
Secara etimologis, iman merupakan suatu
keadaan sikap seseorang. Sedangkan secara umum iman dikatakan percaya.
Maksudnya percaya yang menunjukan sikap yang terdapat di dalam hati. Orang yang
percaya kepada Allah SWT dan lainnya yang tersebut di dalam rukum iman,
walaupun dalam sikap keseharian tidak mencerminkan ketaatan atau kepatuhan
(taqwa) kepada yang telah dipercayainya, masih bisa disebut dengan orang yang
beriman. Hal ini disebabkan karena keyakinan setiap manusia yang mengetahui
urusan hatinya hanya Allah SWT yang mengetahui isi hatinya. Yang penting bagi
mereka, mereka sudah mengucapkan dua kalimat syahadat dan telah menjadi Islam.
Di dalam surat Al-Baqoroh : 165 dikatakan
bahwa orang yang beriman adalah orang yang amat sangat cinta kepada Allah SWT
beserta ajaran-Nya. Oleh karena itu, orang yang beriman kepada Allah SWT
berarti orang yang sangat amat rindu terhadap ajaran Allah SWT, yaitu yang
terdapat dalam Al–Quran dan sunnah Rosul.
Sedangkan dalam hadits yang diriwayatkan
menurut Ibnu Majah Atthabrani, iman merupakan tambatan hati yang diikrarkan
dengan lisan dan dilanjutkan dengan amal perbuatan (Al – iimaanu ’aqdun bil
qalbi waiqraarun bilisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman
merupakan kesatuan antara hati, ucapan, dan tingkah laku atau perbuatan
seseorang.
Iman dapat dibedakan menjadi 2, yaitu iman haq
dan iman bathil. Iman haq merupakan iman yang tidak dikaitkan dengan kata Allah
atau dengan ajarannya. Sedangkan iman bathil adlah iamn yang berpandangan dan
bersikap selain dengan ajaran Allah.
2.2 Pengertian
Taqwa
Taqwa secara umum memiliki penegrtian
melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Orang yang bertaqwa
adlaah orang yang beriman, yaitu orang yang berpandanagn dan bersikap hidup
dengan ajaran Allah menurut Sunnah Rosul, yakni orang yang melaksanakan sholat,
sebagai upaya pembinaan iman dan menafkahkan rizkinya untuk mendukung tegaknya
ajaran Allah.
Ketaqwaaan adalah kekuatan dari dalam yang
cemerlang dan unik. Pertumbuhannya dapat mengukir sejarah baru di dunia.
Bersihkanlah iman kita dari syirik dengan menjauhi mantra-mantra, ajaran sesat,
takhayul, dan perdukunan yang sesat. Pastikan kita melakukan ibadah-ibadah
wajib setiap hari dan menjauhi maksiat dalam bentuk apapun. Bertemanlah dengan
orang-orang yang shaleh agar kita tidak menyimpang. Allah berfirman dalam QS.
At-Taghabun (64) : 16,
“Maka bertakwalah kamu
kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah
nafkah yang baik untuk dirimu”
2.3 Wujud Iman dan
Taqwa
Wujud iman termuat dalam 3 unsur yaitu isi
hati, ucapan, dan perbuatan. Dalam artian diyakini dalam hati yaitu dengan
percaya akan adanya Allah SWT, diucapkan dengan lisan yaitu dengan mengucapkan
2 kalimat syahadat, dan dilakukan dengan perbuatan maksudnya menjalankan
seluruh perintah – Nya dan menjauhi seluruh larangan – Nya.
2.4 Tanda-tanda Orang Beriman
Dalam Al Quran, orang-orang yang beriman dapat
dinyatakan sebagai berikut:
a.Jika disebut nama Allah SWT (dengan ilmu), maka hatinya bergetar dan
apabila dibacakan Al – Quran maka hatinya bergejolak untuk melaksanakannya.
b.Senantiasa tawakal, yaitu bekerja keras berdasarakan kerangka ilmu Allah
yang diiringi dengan doa.
c.Tertib melaksanakan sholat dan selalu menjaga pelaksanaannya.
d.Menafkahkan rizki yang diterima (Al – Anfal : 3 dan Al – Mu’minun :4).
Hal ini dilakukan sebagai suatu kesadaran bahwa harta yang dinafkahkan di jalan
Allah merupakan upaya pemerataan ekonomi.
e.Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan.
f.Memelihara amanah dan menepati janji (Al – Mu’minun : 6).
g.Berjihad di jalan Allah dan suka menolong (Al – anfal : 74).
h.Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin.
2.5 Tanda-tanda orang bertaqwa
Beriman
kepada ALLAH dan yang ghaib(QS. 2:2-3)
Sholat,
zakat, puasa(QS. 2:3, 177 dan 183)
Infak
disaat lapang dan sempit(QS. 3:133-134)
Menahan
amarah dan memaafkan orang lain(QS. 3: 134)
Takut
pada ALLAH(QS. 5:28)
Menepati
janji (QS. 9:4)
Berlaku
lurus pada musuh ketika mereka pun melakkukan hal yang sama(QS. 9:7)
Bersabar
dan menjadi pendukung kebenaran (QS. 3:146)
Tidak
meminta ijin untuk tidak ikut berjihad (QS. 9:44)
Berdakwah
agar terbebas dari dosa ahli maksiat (QS. 6:69)
BAB
III
Kesimpulan
Iman adalah rasa percaya yang dibenarkan oleh hati
diucapkan lisan dan ditunjukan dalam perbuatan. Iman kepada Allah artinya
meyakini dan membenarkan adanya Allah, satu-satunya pencipta dan pemelihara
alam semesta dengan segala kesempurnaan-Nya.
Taqwa yang berarti takut, menjaga, memelihara dan
melindungi, maka taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yang
diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama Islam secara utuh dan konsisten
Kita sebagai umat Islam, harus meningkatkan mutu
keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT agar mendapat ketenteraman lahir
dan batin.
DAFTAR
PUSTAKA
Yunus, Mohamad. 1997. Pendidikan Agama Islam
untuk SLTP. Jakarta. Erlangga
Azra, Azyumardi, dkk. 2002. Pendidikan Agama
Islam pada Perguruan Tinggi Umum. Jakarta. Departemen Agama RI
Mansoer, Hamdan, dkk. 2004. Pendidikan Agama Islam di
Perguruan Tinggi Umum. Jakarta. Departemen Agama RI
Ahmadi Abu, dkk. 1991. Dasar – Dasar Pendidikan Agama Islam.
Jakarta. Bumi Aksara
Darajat, Zakiah, dkk. 1986. Dasar – Dasar Agama Islam.
Jakarta. Departemen Agama RI
ada sebuah hadits yang menerangkan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam yang bengkok.
apakah hal itu tidak akan mengurangi derajat kaum wanita???
TIDAK, karena hadits tersebut telah menguatkan kebenaran akan tugas tugas seorang wanita yang telah digariskan oleh Allah. sedangkan Allah menciptakan tulang rusuk yang bengkok, karena jika lurus, maka tidak dapat berfungsi melindungi dada manusia. selain itu juga tulang rusuk yang bengkok adalah untuk melindungi isi dada yang lemah. kemudian tulang rusuk yang bengkok itu bila diluruskan maka akan patah. lain lagi dengan sifat perasa, lemah lembut wanita itu bisa dibengkokkan karena sifatnya yang lemah lembut, wanita mudah membungkuk bungkuk untuk menggendong anaknya dengan perasaan senang dan penuh dengan kasih sayang.
sabda Nabi SAW. :"tulang rusuk yang paling bengkok yaitu yang paling atas. bila engkau hendak meluruskan, ia akan patah".
maksudnya yaitu apabila kita mengubah fungsi dari tulang rusuk yang bengkok tersebutmaka ia akan patah. sedangkan sifat utama seorang wanita itu sendiri yaitu perasa, lemah lembut dan penuh kasih sayang. apabila sifat sifat itu diubah, maka akan rusak. jadi kurang sempurnanya kaum laki laki itu dapat diimbangi dengan sifat sifat yang utama yaitu perasa, lemah lembut dan penuh kasih sayang.
sabda nabi SAW. "bahagiakan dirimu dengan sifat sifat bengkok yang ada pada istrimu".